Cuci tangan adalah hal paling mudah dilakukan. Sayangnya banyak orang yang malas cuci tangan dan terlalu yakin tangannya selalu bersih. Sebaiknya hilangkan kebiasaan malas cuci tangan kalau tidak mau kuman bergembira. Nah, karena rendahnya kesadaran orang untuk cuci tangan, maka setiap 15 Oktober dunia memperingatinya sebagai hari cuci tangan. Karena dari cuci kebiasaan hidup bersih bisa dimulai.




Orang seringkali hanya cuci tangan kalau terlihat ada kotoran yang menempel. Padahal tangan yang terlihat bersih belum jaminan bebas kuman. Coba ingat berapa kali Anda memegang pintu lift, pegang tangga, pegangan di bis, bolak balik majalah atau koran, bolak balik buka pintu toilet.

Barang-barang yang dipegang banyak orang adalah sumber penyebaran kuman walaupun kelihatannya bersih-bersih saja, maka itu jangan malas cuci tangan. Karena tangan bisa menularkan penyakit akibat aktifitasnya yang selalu bersentuhan dengan banyak hal sepanjang hari.

Justru sebaliknya dengan rajin cuci tangan, berbagai jenis penyakit ringan hingga mematikan yang disebabkan oleh kuman-kuman tersebut bisa dicegah.

Tentu saja tidak semua jenis penyakit ditularkan lewat kontak dengan tangan. Namun dikutip dari Wisconsin DHS, Jumat (15/10/2010), kebiasaan cuci tangan terbukti cukup efektif untuk mencegah kontak dengan kuman melalui jalur-jalur berikut ini.

Kontak fecal-oral 
Cuci tangan dengan sabun wajib dilakukan setelah buang air besar untuk menghindari kontak kuman dari kotoran (fecal) ke mulut (oral). Jenis-jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui jalur ini antara lain salmonellosis, shigellosis, hepatitis A, giardiasis, enterovirus, amebiasis, dan campylobacteriosis.

Kontak tidak langsung dengan lendir pernapasan 
Setelah berjabat tangan dengan orang yang sedang batuk, bersin-bersin atau sering mengeluarkan ingus sebaiknya langsung cuci tangan. Meski hanya sedikit, bekas lendir yang menempel di tangan bisa menularkan bakteri dan virus.

Jenis-jenis penyakit yang bisa ditularkan melalui lendir pernapasan antara lain pilek, influenza, infeksi streptococcus, dan infeksi respiratory syncytial virus (RSV).

Kontak dengan cairan tubuh lainnya 
Air seni, ludah dan keringat dapat menularkan kuman-kuman seperti cytomegalovirus, typhoid, kuman-kuman staphylococcal, dan virus epstein-barr. Cairan-cairan tersebut bisa menempel di tangan tangan melalui kontak langsung, maupun tidak langsung saat menyentuh permukaan benda dan perkakas sehari-hari.

Kapan waktunya harus mencuci tangan? 
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebaiknya dilakukan sebelum makan atau bersentuhan dengan orang sakit. Lakukan juga segera setelah melakukan aktivitas berikut ini: 
  1. Memasak, terutama jika bersentuhan dengan daging mentah
  2. Menggunakan toilet
  3. Mengganti popok
  4. Menyentuh binatang atau makanan binatang
  5. Membuang ingus dan menutup hidung saat bersin dan batuk
  6. Merawat luka atau menolong korban kecelakaan
  7. Memegang pakaian kotor dan benda-benda lain yang tidak terjamin kebersihannya.

0 komentar:

Posting Komentar

mu photobucket

About